Jika seseorang mendambakan yang serba banyak atau terlalu panjang angan-angannya atas sesuatu yang lebih, niscaya hilanglah sifat qana'ah (merasa cukup dengan yang ada). Dan tidak mustahil ia menjadi kotor akibat loba dan hina akibat rakus sebab kedua sifat itu akan menyeret kepada pekerti yang jahat untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan munkar, yang merusakkan muru'ah (harga diri).
Untuk itu, rasanya tidak keliru kalau kita perhatikan sebuah hadis Nabi saw. yang dijadikan sandaran oleh rekan saya dari Jalan Kertosentono, Malang, bemama Santoso H. ketika mengirimkan naskah ini. "Apabila anak adam (manusia) itu mempunyai dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga untuk tambahan dua lembah tadi. Dan rongga anak Adam itu tidak akan penuh selain oleh tanah. Tetapi, Allah menerima tobat terhadap siapa yang bertobat," demikian sabda Nabi.
Kemudian Santoso H. berkata, "Ada sebuah cerita menarik dari Asy-Sya'bi yang layak kita simak dengan cermat. Telah kudengar cerita bahwa terdapat seorang laki-laki menangkap burung qunbarah (semacam burung pipit).
Tiba-tiba burung itu bertanya, "Apa yang ingin engkau lakukan pada diriku?"
Laki-laki itu menjawab, "Akan aku sembelih engkau dan aku makan engkau."
"Demi Allah! Engkau tidak akan begitu berselera memakanku dan aku tidak akan mengenyangkan engkau. Jangan engkau makan aku, tetapi akan aku beritahukan kepada engkau tiga perkara yang lebih baik bagi engkau daripada makananku ."
"Baiklah, sebutkan ketiga perkara itu." "Perkara yang pertama, akan aku beritahukan saat aku berada di tanganmu ini. Yang kedua, apabila aku engkau lepas dan terbang ke atas pohon. Yang ketiga, saat nanti apabila aku telah terbang lagi dan berada di atas bukit." Laki-laki itu menyanggupi.
"Nah, katakan yang pertama," pinta laki-laki itu kemudian.
"Janganlah engkau gundahkan apa yang telah hilang dari engkau."
Lalu laki-laki tersebut melepaskan burung itu. Tatkala ia telah berada di atas pohon, berkatalah laki-laki itu, "Katakan perkara kedua!"
"Janganlah engkau benarkan apa yang tidak ada bahwa ia akan ada," jawab burung itu.
Kemudian burung itu terbang dan hinggap di atas bukit serta tiba-tiba ia berkata, "Hai, orang yang sial. Jika tadi engkau sembelih aku, niscaya akan engkau dapati dalam tubuhku dua biji mutiara. Berat tiap-tiap mutiara dua puluh gram."
Tampak laki-laki itu menggigit bibirnya, risau dan menyesal. "Cepat katakan yang ketiga," katanya kemudian, geram.
"Engkau telah lupa akan dua perkara tadi, bagaimana mungkin aku terangkan perkara yang ketiga? Bukankah aku telah mengatakan bahwa engkau jangan mengeluh terhadap apa yang telah hilang dari engkau? Dan jangan engkau benarkan apa-apa yang tidak ada? Coba engkau pikirkan, hai orang yang celaka. Aku, dagingku, darahku, dan buluku tidak akan ada dua puluh gram. Lantaran itu, bagaimana mungkin akan ada dalam perutku dua biji mutiara yang masing-masing seberat dua puluh gram?" Kemudian terbanglah burung bijak itu meninggalkan si lelaki yang merenungi ketamakannya.
Itulah contoh betapa lobanya anak Adam yang dapat membutakan diri dari mengetahui kebenaran.
sumber : alsofwa.or.id
Pages
Search
Jumat, 27 Januari 2012
Total Tayangan Halaman
Mengenai Saya
Entri Populer
-
Rasulullah SAW, dengan sahabat-sahabatnya Abakar r.a., Umar r.a., Utsman r.a., dan 'Ali r.a., bertamu ke rumah Ali r.a. Di rumah Ali r.a...
-
Orang yang tidak akan pernah merasakan surga akibat perbuatannya sendiri Dalam kitab Al-Isti'dad li Yaumil Ma'ad, Ibn Hajar al-Asq...
-
Dikisahkan bahwa seorang pastur ingin mengusik kehormatan Aisyah istri Rasulullah SAW, di hadapan orang-orang Islam. Pastur tersebut berka...
-
Tidak seperti biasanya, hari itu Ali bin Abi Thalib pulang lebih sore menjelang asar. Fatimah binti Rasulullah menyabut kedatangan suaminya ...
-
Di Kufah, Abu Hanifah mempunyai tetangga tukang sepatu. Sepanjang hari bekerja, menjelang malam ia baru pulang ke rumah. Biasanya ia membawa...
-
Kisah ini terjadi di Universitas 'Ain Syams, fakultas pertanian di Mesir. Sebuah kisah yang amat masyhur dan dieksposs oleh berbagai med...
-
Seorang Gubernur pada zaman Khalifah Al-Mahdi, pada suatu hari mengumpulkan sejumlah tetangganya dan menaburkan uang dinar dihadapan mereka....
-
Suatu hari masuklah Rasulullah SAW menemui anandanya Fathimah az-zahra rha. Didapatinya anandanya sedang menggiling syair (sejenis padi-padi...
-
SHEIKH ABDUL QADIR JAILANI adalah seorang alim ulama dan ahli sufi yang cukup dikenali keutamaan dan kemuliaan ilmunya di kalangan umar Isla...
-
Sulaiman bin Daud adalah satu-satunya Nabi yang memperoleh keistimewaan dari Allah SWT, sehingga bisa memahami bahasa binatang. Dia bisa bic...
Diberdayakan oleh Blogger.

0 komentar:
Posting Komentar